
Tinggalkan Komentar / ARTIKEL, kEGIATAN SEKOLAH, PK, UMUM / Oleh AdinWeb
SMK Negeri 4 Sampit menyelenggarakan Kegiatan Tindak Lanjut Pelatihan Terpusat dengan fokus pada Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah SMK – Kepemimpinan Instruksional pada Selasa, 2 Desember 2025, bertempat di Meeting Room SMK Negeri 4 Sampit. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran manajemen, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pengelolaan sekolah.
Acara dipimpin oleh Rusli Haryanti, S.P., M.Pd. selaku pimpinan rapat, didampingi moderator Resti Aminatun, S.Pd., serta notulis Nikmatus Sholichah, S.Pd.I., M.Pd.. Materi utama kegiatan disampaikan oleh narasumber Wandi Herpiandi, S.Pd., M.Si.
Kegiatan dimulai dengan serangkaian acara resmi, meliputi:




Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi coffee break sebelum memasuki pemaparan materi inti.
Dalam penyampaiannya, narasumber menegaskan bahwa kepemimpinan di sekolah bukan hanya tugas kepala sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pendidik dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang efektif. Kepemimpinan instruksional menuntut setiap pemimpin pendidikan untuk:
1. Mengelola Manajemen Sekolah secara Efektif
Kepala sekolah perlu memahami kurikulum, mengelola sumber daya, serta memastikan lingkungan yang aman, nyaman, dan adil.
2. Mengembangkan Diri dan Orang Lain
Pemimpin sekolah dituntut mampu melakukan kaderisasi, membimbing guru, dan membangun budaya kolaboratif. Perspektif 360° sangat diperlukan dalam memahami hubungan internal dan eksternal sekolah.
3. Melaksanakan Supervisi Akademik dan Manajerial
Supervisi sekarang berorientasi pada pengembangan kompetensi, bukan sekadar penilaian atau pencarian kesalahan.
Narasumber turut memaparkan model kompetensi berdasarkan Dirjen GTK No. 6565/B/GT/2020, yang menjadi acuan dalam meningkatkan profesionalitas guru dan kepala sekolah.




Untuk guru, tiga aspek utama kompetensi wajib dikuasai, yaitu:
Sementara itu, kepala sekolah diarahkan untuk menguatkan aspek kepemimpinan pembelajaran, manajemen sekolah, kewirausahaan, supervisi, dan evaluasi pendidikan.
Narasi utama lainnya ialah pentingnya analisis Rapor Pendidikan dalam menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS). Narasumber menegaskan bahwa perencanaan program harus mengacu pada:
RKS yang baik harus mencerminkan arah pengembangan sekolah dan memastikan proses pendidikan sejalan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta perkembangan pendidikan vokasi.
Kegiatan tindak lanjut ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Negeri 4 Sampit tentang pentingnya kepemimpinan instruksional dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan.
SMK Negeri 4 Sampit berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi seluruh insan pendidikannya demi mewujudkan sekolah yang profesional, unggul, dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini