Detail Berita

Pelatihan Budidaya Hidroponik Bersama Satri Jaya Farm (Bapak Eko Supriyanto, SP., MMA) di SMK Negeri 4 Sampit

Jumat, 19 Desember 2025 10:38 WIB
6 |   -

 

Pelatihan Budidaya Hidroponik Bersama Satri Jaya Farm (Bapak Eko Supriyanto, SP., MMA) di SMK Negeri 4 Sampit

Tinggalkan Komentar / ARTIKELGURU TAMUkEGIATAN SEKOLAHPUSAT KEUNGGULAN (PK)UMUM / Oleh 

SMK Negeri 4 Sampit kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi siswa pada bidang pertanian modern melalui kegiatan Pembelajaran Bersama Guru Tamu dari Satri Jaya Farm dan Bapak Eko Supriyanto, SP., MMA. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 November 2025, dengan fokus utama Budidaya Tanaman Hidroponik Selada yang Efektif dan Berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) serta Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP).

Kehadiran Bapak Eko Supriyanto, SP., MMA, sebagai salah satu guru tamu turut memberikan penguatan materi dari sisi kewirausahaan, analisis usaha, dan peluang bisnis hidroponik di era pertanian modern. Kombinasi antara praktik teknis dari Satri Jaya Farm dan wawasan analitis dari Bapak Eko memberikan pengalaman belajar yang sangat lengkap bagi siswa.

Hari Pertama: Pengayaan Materi Budidaya Hidroponik (25 November 2025)

Pada hari pertama, narasumber dari Satri Jaya Farm memberikan materi dasar mengenai konsep hidroponik. Siswa belajar bahwa hidroponik adalah metode budidaya tanpa tanah, di mana nutrisi diberikan melalui larutan hara yang terukur. Selada hidroponik memiliki keunggulan seperti rasa lebih manis, tekstur renyah, dan hasil panen lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Kemudian, Bapak Eko Supriyanto, SP., MMA menambahkan penjelasan mengenai prospek usaha hidroponik, analisis kelayakan usaha, perhitungan biaya produksi, hingga potensi pasar dan peluang pemasaran selada serta pakcoy hidroponik. Beliau memotivasi siswa untuk melihat hidroponik tidak hanya sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai peluang bisnis yang menjanjikan jika ditekuni secara serius.

Hari Kedua: Praktik Pembuatan Instalasi Hidroponik (26 November 2025)

Kegiatan hari kedua berfokus pada praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik sederhana menggunakan pipa 2 ½ inch tipe D untuk sistem NFT (Nutrient Film Technique). Instalasi dirakit dengan anggaran terjangkau sekitar Rp500.000.

Siswa juga mendapat pelatihan langsung mengenai:

  • Meracik nutrisi hidroponik A dan B,
  • Teknik penyemaian benih dengan rockwool,
  • Identifikasi tanaman yang sehat,
  • Penanganan dasar terhadap hama dan penyakit.

Dalam sesi diskusi, Bapak Eko Supriyanto memberikan wawasan tambahan tentang bagaimana instalasi sederhana tersebut dapat dijadikan prototipe usaha kecil menengah (UMKM) di bidang pertanian modern, termasuk strategi produksi dan pembiayaan awal.

Hari Ketiga: Manajemen Nutrisi & Pengendalian Hama (27 November 2025)

Pada hari terakhir, siswa belajar mengenai pengelolaan nutrisi menggunakan alat TDS (Total Dissolved Solid). Mereka juga mempelajari ciri-ciri tanaman yang kekurangan atau kelebihan nutrisi.

Untuk pengendalian hama, narasumber memberikan materi tentang:

  • Penggunaan pestisida nabati,
  • Pengendalian biologis menggunakan predator alami,
  • Identifikasi hama seperti aphids, thrips, dan belalang,
  • Penyakit tanaman seperti busuk akar dan mata kodok pada selada.

Siswa juga diperkenalkan penggunaan yellow trap untuk mengurangi serangan hama secara ramah lingkungan.

Di sesi penutup, Bapak Eko Supriyanto, SP., MMA kembali membimbing siswa dalam memahami potensi besar usaha hidroponik sebagai peluang bisnis masa depan yang menguntungkan, terutama bagi lulusan SMK yang ingin menjadi petani modern maupun wirausahawan muda.

Kegiatan pelatihan bersama Satri Jaya Farm dan Bapak Eko Supriyanto, SP., MMA memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi siswa SMK Negeri 4 Sampit. Pembelajaran yang menggabungkan teori, praktik, analisis usaha, dan penguatan karakter kewirausahaan ini diharapkan dapat membekali siswa untuk siap menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia usaha.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, sekolah berharap lahirnya generasi muda pertanian yang berkompetensi, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern sebagai peluang masa depan.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini