
Tinggalkan Komentar / ARTIKEL, PK, UMUM / Oleh AdinWeb
Sampit, 16 Desember 2025 — SMK Negeri 4 Sampit melaksanakan kegiatan Tindak Lanjut Pelatihan Terpusat bertajuk “SMK Membangun Desa: Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat” pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintah Desa Eka Bahurui, sebagai upaya nyata menghubungkan dunia pendidikan vokasi dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala SMK Negeri 4 Sampit, Rusli Haryanti, S.P., M.Pd, yang menyampaikan bahwa SMKN 4 Sampit merupakan satu-satunya sekolah di Kalimantan Tengah yang memperoleh Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) tahun 2025. Program ini meliputi bantuan fisik berupa pembangunan ruang praktik siswa dan ruang budidaya maggot, penguatan pembelajaran melalui pelatihan bagi 20 guru, serta bantuan alat praktik siswa, khususnya untuk mendukung pembelajaran dan pengolahan sampah berbasis budidaya maggot.



Materi pertama disampaikan oleh Nur Zubaidah, S.KM, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa, yang menekankan pentingnya kolaborasi SMK dalam pembangunan desa. Tujuan utama program SMK Membangun Desa antara lain optimalisasi keterampilan dan keahlian siswa, pemetaan potensi desa yang selaras dengan kompetensi keahlian SMK (TKJ/RPL, Agribisnis, DKV/Multimedia), serta pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Siswa diharapkan menjadi agen perubahan melalui keterlibatan langsung dalam program desa, termasuk teknologi tepat guna dan digitalisasi.
Materi kedua disampaikan oleh Abdul Manan, Sekretaris Desa Eka Bahurui, yang memaparkan potensi desa dengan semboyan Lewu Isen Mulang (desa pantang mundur). Desa Eka Bahurui memiliki potensi unggulan di bidang pertanian, UMKM olahan pangan, perpustakaan desa, PKBM, taman desa, serta BUMDes “Sepakat”. Inovasi desa seperti aplikasi Si DEMIT (sistem digital administrasi desa) dan kebun toga PKK menjadi bukti komitmen desa dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.



Materi ketiga disampaikan oleh Heriyadie, S.P, Kepala Program Teaching Factory (TEFA) SMKN 4 Sampit. TEFA bertujuan membangun budaya kerja industri, menghasilkan produk bernilai jual, serta menghubungkan kompetensi siswa dengan kebutuhan industri. Program unggulan TEFA meliputi hidroponik berbasis IoT, budidaya anggrek, dan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik.
Produk TEFA tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelatihan, pendampingan UMKM, edukasi, dan pengabdian masyarakat. Jaringan kolaborasi pun terus diperluas dengan restoran, UMKM, florist, instansi pemerintah, hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Sesi diskusi menyoroti pengelolaan keuangan TEFA yang terintegrasi melalui BLUD, serta rencana kolaborasi lintas dinas untuk pengembangan Desa Eka Bahurui, termasuk gagasan menjadikan desa sebagai desa rekreasi. Pemerintah desa menyampaikan harapan besar akan kontribusi tenaga akademis dan ide inovatif dari SMKN 4 Sampit.
Kegiatan ini menegaskan peran strategis SMK sebagai pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi yang berkelanjutan, SMK Negeri 4 Sampit diharapkan terus menjadi motor penggerak pembangunan desa yang berdampak nyata dan berpihak pada masyarakat.
Navigasi pos
Jadilah yang pertama berkomentar di sini